GEPENTA bersuara : TOLAK Kekerasan atas nama Agama dan Terorisme

0
316

 

 

Indonesiannews.co / Jakarta, Parade Bhinneka Tunggal Ika yang akan diselenggarakan di Bundaran HI pada hari Sabtu, 19 November 2016; pukul 08.00-12.00 wib. #IndonesiaBhinneka. Peserta acara Parade Bhinneka Tunggal Ika; Anggota Gepenta dari DKI Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan akan diikuti kurang lebih 250.000 orang dengan memakai pakaian Gepenta, Batik, Dinas Pasti, Kaos, baju biasa ditambah PIN Gepenta (sebagai tanda peserta Parade); ungkap Ketua Umum DPN Gepenta (Purn.) TNI. Parasian Simanungkalit.

Kejadian di Samarinda yang telah merenggut 4 orang anak balita; anak-anak penerus bangsa yang tidak berdosa, dan salah satu korban balita Intan Olivia Marbun berumur 2,5 tahun telah meninggal sebagai martir.

Kekerasan atas nama agama dan terorisme yang terjadi dengan menunggangi isu SARA (suku, agama, ras dan aliran) dan kontestasi politik dengan pengerahan massa dengan tujuan membengkokkan hukum dan menyimpangkan cita-cita Republik. Dan ada kelompok-kelompok dan gerakan-gerakan yang secara terbuka hendak mengganti Pancasila, dasar negara yang kita sepakati bersama.

Mereka memaksa kita melupakan Pancasila dan mengajak merobohkan negeri tercinta ini. Bahkan terus berusaha memantik api kebencian terhadap sesama saudara bangsa Indonesia hanya karena dilahirkan berbeda. Tidak sedikit yang terang-terangan menyeru kekerasan. Mari kita pertahankan kebhinnekaan, kita harus pertahankan keutuhan, kita harus pertahankan kedamaian. Karena kita cinta Indonesia, kita cinta sesama.

Parade Bhinneka Tunggal Ika dalam sebuah acara yang berbentuk Parade atau karnaval bertujuan :
(1) Merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinnekaan Indonesia
(2) Mempertahankan pemerintahan yang terpilih secara konstitusional
(3) Menyerukan penegakan hukum yang tidak bisa diintervensi pihak mana pun.

Dengan menampilkan kesenian dan budaya daerah Indonesia, orasi tokoh, musik dan doa. Parade Bhinneka Tunggal Ika, di wakili oleh nama-nama :
1. Hasan Nasbi,
2. Budiman Sudjatmiko,
3. Pdt. Amos Sugianto,
4. Nong Darol Mahmada,
5. KH Nuril Arifin (Gus Nuril),
6. KH Taufiq Damas,
7. Thowik,
8. Ulin Yusron,
9. Mariya Mubarika,
10. Thomas Nugraha.

“Mencintai Indonesia adalah dengan tetap saling meyakinkan agar teguh berdampingan dalam keberagaman dan bersaudara di tengah perbedaan. Inilah perwujudan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas (Purn.) TNI. Parasian Simanungkalit, Ketua Umum DPN Gepenta. (Yohana Nency).

Komentar

Berkomentar

TIDAK ADA KOMENTAR