Forum STOVIA Joglo Semar (Forum dokter) bersama Keluarga diduga pelaku pelecehan seksual serta MKEK (Majelis Kehormatan Etik Keperawatan) Jawa Timur.

Perkembangan  Kasus; Tuduhan Pelecehan Seksual Oleh Perawat di N Hospital Surabaya

 

 

Indonesiannews.co/ Surabaya, 6 Februari 2019, Dengan beredarnya secara “Viral” renta durasi 58 detik telah memberikan dampak negatif kepada pelayanan medis di beberapa rumah sakit di Surabaya, dan khususnya kepada keluarga yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual. Masyarakat telah melakukan main hakim sendiri dengan memberikan komentar  yang mengucilkan diduga pelaku pelecehan seksual serta keluarga ZA. Sementara hal tersebut masih perlu dibuktikan kebenarannya. Dan penahanan ZA dilakukan tanpa dasar yang jelas.

Pada tanggal 5 Januari 2018, Forum STOVIA Joglo Semar (Forum dokter)  bersama Keluarga diduga pelaku pelecehan seksual dan Pengacara hukum dan PPNI menghadap Kapolda Jawa Timur untuk:
1. Menyampaikan bahwa diduga pelaku pelecehan seksual (perawat ZA) akan “Mencabut Berita Acara” pemeriksaan yang dilakukan di Polrestabes Surabaya.
2. Mengubah pernyataan BAP yang mulanya  tersangka mengakui melakukan pelecehan menjadi bahwa “Apa yang dilakukan hanya melepas sadapan EKG sesuai SOP dan tidak Sreng” (Catatan, kalimat ini verbatim dari BAP. “Sreng” maksudnya terangsang).
3. Meminta “Gelar Perkara dengan didampingi Kompolnas”.
4. Memohon agar proses penyidikan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang benar yaitu: diduga pelaku pelecehan seksual didampingi oleh kuasa hukum, dan “Barang Bukti yang Sahih, telah melalui proses atau telah dilakukan Uji Digital Forensik”.

“Berdasarkan hasil audit internal MKEK (Majelis Kehormatan Etik Keperawatan) Jawa Timur; memutuskan bahwa yang bersangkutan tidak melanggar kode Etik Keperawatan”,  artinya yang bersangkutan (diduga pelaku pelecehan seksual) melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Standar Operating Prosedur (SOP).

Kami; Forum STOVIA Joglo Semar (Forum dokter)  bersama Keluarga diduga pelaku pelecehan seksual serta MKEK (Majelis Kehormatan Etik Keperawatan) Jawa Timur, meminta PERSI dan Kementerian Kesehatan “Mengaudit N Hospital Surabaya” dan memberikan literasi tentang Undang Undang Perumasakitan bahwa kewajiban RS; Jika terjadi Delik Medik, maka RS dapat memberikan batuan hukum kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan serta melakukan audit medis yang benar terlebih dahulu.

Forum STOVIA Joglo Semar (Forum dokter)  bersama Keluarga diduga pelaku pelecehan seksual serta MKEK (Majelis Kehormatan Etik Keperawatan) Jawa Timur, berharap; Kebenaran terbuka selebar lebar nya, dan hukum dapat tegak melindungi yang lemah dan memberi pelajaran yang salah.

 

 

(YN; indonesiannews.co, Jakarta)

Komentar

Berkomentar

TIDAK ADA KOMENTAR