Sudah Saatnya KPK “ikut” Mengaudit Keuangan PT.GA (BUMN)

Share to social media

Sudah Saatnya KPK  “ikut” Mengaudit Keuangan PT.GA (BUMN)

Solusi; Ancaman

Ancaman Mogok Kerja Pilot dan Karyawan PT.Garuda Indonesia

Mogok Kerja Pilot dan Karyawan PT.Garuda Indonesia

 

Indonesiannews.co/Jakarta, 3/5/2018. Indonesia Aviation and Aerospace Watch, menghimbau:  “Kiranya Pemerintah dapat membina bidang Keudaraan dan penerbangan dengan lebih profesional. Agar tidak terjadinya polemik berkepanjangan dalam management Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan kerugian yang semakin besar, sebagai badan usaha yang seharusnya memberikan keuntungan bagi pemerintah (dalam hal ini PT.Garuda Indonesia)”.

 

Aksi Pilot dan Karyawan, yang menuntut pergantian Direksi PT.Garuda Indonesia, yang ditayangkan pada stasiun TV One, pukul 05.38 wib, program berita Kabar Pagi. Merupakan salah satu bukti bahwa pembinaan bidang keudaraan dan penerbangan di negeri kita, tidak dilakukan secara “PROFESIONAL”  atau dapat dikatakan “Management Asal-Asalan”, tegas Juwono Kolbioen  mantan Direktur PT.Indonesia Air Transport Tbk.

 

Jika hal ini ada kaitannya dengan strategi negara tetangga dalam melaksanakan POLICY “ASEAN Single Aviation Market” ,  yang dapat “DIDUGA” menghendaki maskapai-maskapai penerbangan nasional Indonesia lumpuh (karena sudah sebagian terjadi) sehingga memungkinkan dapat diambil alih oleh pihak “asing”. Maka dapat diduga telah terjadi mata rantai “KORUPSI” yang sudah sulit untuk diputuskan atau dihentikan. Mungkin sudah saatnya KPK masuk untuk mengaudit keuangan PT.Garuda Indonesia (sebagai BUMN).

 

Perlu diingat bahwa “Passanger Domestik (dalam negeri)” dari Indonesia, dalam setahun dapat mencapai lebih dari 100 juta penumpang pesawat dan selalu bertambah pada setiap tahunnya.  Jika rata-rata per-orang membayar $ 50 US /penumpang pesawat , maka akan terkumpul nominal  “Rp 56 Trilyun/tahun”.

“Suatu keuntungan yang menggiurkan, dan keuntungan besar bagi negara asing (negara tetangga),  untuk ikut menikmati kekayaan Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki 233 Bandara, dan 31 diantaranya Bandara Internasional”, tutup Vice President Indonesia Aviation and Aerospace Watch, Marsda TNI (Purn) H.Juwono Kolbioen.

 

(YN / indonesiannews.co-Jakarta)

Komentar

Berkomentar


Share to social media

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Siapkah PT.Garuda Indonesia di Audit … ??? | Indonesiannews.co

Leave a Reply