Pihak Organisasi PKS SMA Negeri 1 Tualang Klarifikasi Terkait Pemberitaan

Indonesiannews.co / Siak . Terkait pemberitaan dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 yakni jauhi kerumunan orang yang dilakukan oleh 62 pelajar SMA Negeri 1 Tualang pada Sabtu (10/10) di Kelurahan Perawang, diklarifikasi oleh Ketua PKS SMA Negeri 1 Tualang, Aditya.

Kepada wartawan, Aditya mengaku tidak mengetahui bahwa yang digagasi pihaknya menyalahi aturan pemerintah tentang penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Atas nama organisasi kami Patroli Keamanan Sekolah SMA Negeri 1 Tualang memohon maaf atas kelalaian kami kepada masyarakat di Kecamatan Tualang khususnya dan kepada Pemerintah dalam hal ini Satuan Gugus Covid-19 Kecamatan Tualang dan Kepolisian Sektor Tualang. Tidak ada bermaksud sama sekali untuk melanggar ketentuan yang telah dibuat pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Tujuan kami melaksanakan giat latihan berbaris untuk kesehatan tubuh, dan dengan tubuh yang sehat maka daya tahan tubuh kita kuat maka bisa menangkal virus Covid-19,” kata Aditya, Minggu (11/10/2020).

Menurut Aditya, tidak ada bermaksud hendak melakukan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 seperti yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.

“Kami mohon bimbingannya, agar kedepannya kami ketahui prosedur dan aturan yang bisa dilakukan oleh kami dan teman-teman satu sekolah dengan saya. Kami juga siap menjalankan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19, karena menyadari untuk memutus mata rantai penularan virus Corona adalah dengan tidak berkumpul atau jauhi kerumunan, gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” jelas Aditya.

Senada dengan tanggapan Kepala SMA Negeri 1 Tualang Heri Yulindo. Kepada wartawan Heri mengatakan tidak mengetahui hal Ikhwal terkait giat para anak didiknya itu.

“Saya wakili pihak SMA Negeri 1 Tualang tidak ada mengizinkan giat diluar dari pembelajaran melalui daring karena masa Pandemi Covid-19 saat ini. Bahkan, kita bersama guru-guru lainnya meminta anak didik kita untuk belajar dari rumah. Tentunya penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 jadi acuan kita pada imbauan tersebut,” ujar Heri saat dikonfirmasi.

Masih kata Heri Yulindo, pihaknya sudah memberikan teguran dan imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Begitu kita mendapatkan kabar, saya langsung sampaikan kepada anak didik kita melalui wakil kepala sekolah yang membidangi kesiswaan untuk memberikan pemahaman dan edukasi terkait apa yang mereka lakukan adalah pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan. Sebagai kepala sekolah dan bapak anak didik kita, saya juga memohon maaf atas kelalaian anak didik kita. Saya yakin, tujuan mereka tidak bermaksud tidak baik, semata-mata untuk latihan dalam rangka meningkatkan kesehatan tubuh. Hanya saja, waktunya tidak pas,” pungkas Kepala Sekolah. (Simon)