TARGETKAN BEROPERASI JUNI 2022, PT MODA INTEGRASI TRANSPORTASI JABODETABEK (MITJ) RESMI CANANGKAN JEMBATAN PENYEBRANGAN MULTIGUNA (JPM) DAN REVITALISASI STASIUN SUDIRMAN BERSAMA PERESMIAN INTEGRASI TRANSPORTASI JABODETABEK

Penandatangan Dokumen Integrasi Transportasi, Kiri – Kanan :
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William P.
Sabandar, Direktur Utama PT Kereta Api
Indonesia Didiek Hartantyo, Menteri Badan
Usaha Milik Negara Erick Thohir, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara II Kartika Wirjoatmodjo

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan dalam acara Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek

Indonesiannews.co / Jakarta, 29 September 2021 – Kota Jakarta akan memiliki ikon integrasi untuk menjadi identitas baru perkotaan dan ruang publik yang inklusif di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas, yakni Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) serta Revitalisasi Stasiun Sudirman, secara resmi dicanangkan oleh PT Moda Integrasi Tranportasi Jabodetabek (MITJ) selaku perusahaan patungan BUMN – BUMD sebagai pelaksana pembangunan, dalam salah satu agenda acara Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek dan disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Erick Thohir, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Stasiun Tebet, Jakarta.

Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Tuhiyat membuka acara dengan menyampaikan Laporan Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek

“Mandat yang PT MITJ terima ini sumber dananya tidak berasal dari APBN maupun APBD, sehingga kami berusaha semaksimal mungkin menggunakan creative financing untuk melaksanakan pembangunan JPM ini, namun tidak mengurangi semangat kami untuk menghadirkan fasilitas publik yang nyaman, ramah, dan mengutamakan penggunaan transportasi publik demi masyarakat”, ujar Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat dalam laporannya.

Kemudian, JPM yang memiliki visi untuk menjadi “Serambi Temu Dukuh Atas” ini ditargetkan dapat beroperasi Juni 2022, seiring dengan rencana beroperasinya LRT Jabodebek dan akan berfungsi sebagai infrastruktur publik dalam rangka integrasi moda transportasi yang dikembangkan menjadi fungsi lainnya seperti jalur sepeda, retail, exhibition space, dan fasilitas lainnya yang berperan sebagai ruang publik perkotaan yang, interaktif, atraktif, edukatif, rekreatif, dan ramah disabilitas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan dalam acara Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek

“Selain pembangunan kedua infrastruktur tersebut, juga akan ada beberapa pembangunan infrastruktur publik baru pada kawasan yang sama, yaitu: Revitalisasi Waduk Setiabudi Barat, dan Revitalisasi Promenade Kanal Banjir Barat (KBB) yang diharapkan dapat menjadi pemicu regenerasi perkotaan di kawasan Dukuh Atas pada khususnya dan DKI Jakarta pada umumnya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek

Selain Pencanangan JPM dan Revitalisasi Stasiun Sudirman, beberapa agenda lain juga diresmikan pada acara ini, yakni Sistem Pertiketan dan Tarif Terintegrasi oleh PT Jakarta Lingko Indonesia yang menandai terselesaikannya Fase I yaitu Central Clearing House System/CCHS, dilanjutkan dengan Peresmian Penataan stasiun Tahap 2 yaitu St. Tebet dan St. Palmerah, serta agenda terakhir yakni penandatanganan dokumen Integrasi Transportasi Jabodetabek antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT KAI (Persero).

Kolaborasi besar dari seluruh stakeholders terkait ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi terintegrasi yang lebih optimal dan terciptanya fasilitas integrasi fisik kelas dunia yang dapat meningkatkan penggunaan transportasi publik di Jabodetabek.

Tentang PT MITJ :

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang juga dikenal dengan “MITJ” didirikan pada tanggal 12 Februari 2020, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia pada Rapat Terbatas (Ratas) pada tanggal 8 Januari 2019, perihal penyederhanaan manajemen transportasi di wilayah Jabodetabek yang dimiliki 51% oleh PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) dan 49% oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT MITJ diharapkan dapat melakukan inisiatif integrasi untuk menciptakan integrasi transportasi di Jabodetabek mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan keterpaduan transportasi, selain melaksanakan pembangunan Transit Oriented Development (“TOD”) di sekitar kawasan stasiun.

PT MITJ didirikan dengan maksud dan tujuan sebagai perusahaan dalam bidang transportasi kereta api yang mengelola transportasi perkeretaapian terintegrasi dan mengembangkan TOD di wilayah Jabodetabek serta kegiatan usaha investasi terkait lainnya disertai dengan kajian komprehensif terkait implementasi integrasi transportasi di wilayah Jabodetabek demi mewujudkan aspirasi masyarakat Jabodetabek akan transportasi terintegrasi.


Komentar

Berkomentar

Facebook Comments Plugin Powered byVivacity Infotech Pvt. Ltd.