INOVASI Infobrief Kemitraan untuk Pembelajaran #5 “Bahu Membahu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa”

 

 

Indonesiannews.co / Jakarta, 29 Agustus 2023.    – INOVASI Infobrief Kemitraan untuk Pembelajaran #5 “Bahu Membahu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa”, di Tribrata, Jakarta.

 

Tentang INOVASI

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia yang meliputi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta mitra- mitra di tingkat daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur, INOVASI berupaya mengidentifikasi dan mendukung perubahan dalam hal praktik pembelajaran, sistem, dan kebijakan pendidikan yang secara nyata mampu mempercepat peningkatan hasil belajar siswa. Tiga bidang yang menjadi fokus program dalam mengidentifikasi dan mendukung perubahan adalah: kualitas pengajaran di kelas, kualitas dukungan untuk guru. serta pembelajaran bagi semua anak.

 

 

Latar Belakang Acara

Acara Bahu Membahu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa yang diselenggarakan pada Selasa, 29 Agustus 2023 ini merupakan kegiatan Kemitraan untuk Pembelajaran yang kelima. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan kemitraan antara pemerintah daerah dengan berbagai lembaga non-pemerintah seperti universitas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di Indonesia

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan

lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi melalui mekanisme hibah. Mulai dari fase 1 (2016-2020) hingga fase II (2020-2023), sebanyak 40 organisasi non-pemerintah telah terlibat dalam pelaksanaan program hibah ini.

Program-program tersebut telah dijalankan di empat provinsi mitra INOVASI, yaitu Jawa Timur,

Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Hasilnya, kolaborasi ini telan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan di masing-masing

Ada 19 mitra yang berpartisipasi dalam acara Kemitraan untuk Pembelajaran kelima kali ini, yaitu Dikdasmen Muhammadiyah, Litara, Taman Bacaan Pulang. Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Yayasan Tunas Aksara, Universitas Bomeo Tarakan, Universitas Mataram, Al Hamzanwadi (IAIH) NW Lombok Timur, Universitas Muhammadiyah Malang, STKIP Taman Siswa Bima, Sulinama, Sekolah Abdi Kasih Bangsa, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) STKIP Paracendikia, Universitas Hamzanwadi, STKIP Citra Bakti, Bookbol, ACER Para mitra INOVASI mempersembahkan program-program yang telah dilaksanakan, termasuk dampak dan perubahan yang telah dicapai.

 

 

Cerita Para Mitra INOVASI

Ada lima mitra penerima hibah INOVASI yang berbagi certa mereka pada sesi presentasi, yaitu UMSIDA, IAIH, YLAL, Yayasan Litara, dan Yayasan Sulinama Masing-masing mitra ini mewakili fokus topik yang menjadi perhatian INOVASI, seperti literasi, numerasi, kesetaraan gender, dan indusi sosial (GEDSI), pendidikan karakter, dan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa transisi dalam pembelajaran.

UMSIDA adalah mitra INOVASI yang turut serta dalam upaya mendukung kesetaraan gender. Salah satu usahanya adalah menciptakan program Sekolah Dasar Responsif Gender (SDRG) dengan menyediakan pembalut dan tempat sampah tertutup di toilet khusus siswa perempuan, membuat siswa laki-laki dan perempuan sama-sama bertanggung jawab dalam piket kelas. Selain itu, UMSIDA juga telah berhasil meningkatkan kompetensi edukatif dengan menggelar pelatihan bagi guru dan kepala sekolah guna meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan pandangan terhadap pendekatan responsif gender. Sebagai hasilnya, pengetahuan peserta pelatihan, baik laki-laki maupun perempuan, mengalami kenaikan sebesar 16,67 poin setelah pelatihan. Para peserta pelatihan melaporkan bahwa mereka merasa lebih berpengetahuan dan memahami konsep tersebut setelah mengikuti modul SDRG.

Program unggulan dari LAIH Pancor Lombok adalah Madrasah Unggul Anak Hebat (MAULANA). Program ini didasari oleh masih banyaknya siswa madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar (SD) yang belum mampu membaca serta banyaknya perkawinan usia anak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jika para siswa tidak mendapatkan layanan belajar yang tepat, mereka akan terus tertinggal dan secara psikologis dapat berdampak pada kepercayaan diri serta kemungkinan putus sekolah. Kemudian, jika perkawinan usia anak dibiarkan terus terjadi, dampak jangka panjangnya adalah lahirnya generasi stunting dan secara sosial berpotensi melanggengkan kemiskinan. Salah satu solusi yang telah dijalankan oleh IAIH Pancor Lombok adalah dengan menyiapkan calon guru yang paham masalah kontekstual, dengan memperkuat pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program hibah INOVASI, YLAI mengembangkan program yang menyasar keterampilan dasar literasi untuk siswa kelas awal di Indonesia. Sebagai pogiat literasi, YLAI menemukan bahwa akses terhadap bacaan yang menarik, ramah anak, dan sesuai dengan budaya sangat kurang Selain itu, jumlah guru yang terlatih dalam mengerjakan keterampilan dan strategi membaca, serta keterampilan menulis juga sangat terbatas. YLAI kemudian membuat program membaca berimbang kelas awal dengan harapan dapat memberikan pengembangan professional berkelanjutan dalam mengajarkan keterampilan dasar membaca pada tingkat yang tepat di kelas dasar

Serupa dengan YLAI, Yayasan Litara juga merupakan salah satu mitra INOVASI yang berfokus pada isu literasi anak. Yayasan Litara berusaha meningkatkan kapasitas literasi guru dan masyarakat sekitar dengan memanfaatkan buku bacaan anak di sekolah-sekolah penerima buku hibah dari Kemendikbudristek Untuk mendukung hal tersebut. Yayasan Litara memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kepada guru dan pegiat literasi di 12 sekolah dan 10 Taman Bacaan (TBM) sebagai fasilitator pengelolaan dan pemanfaatan buku bacaan anak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hal ini dilakukan demi terwujudnya kerja sama antara sekolah dan masyarakat sekitar dalam pemanfaatan buku bacaan anak sebagai upaya meningkatkan kecakapan literasi anak

Yayasan Sulinama telah berhasil bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Nagekeko, NTT untuk menerapkan program transisi bahasa ibu ko bahasa Indonesia Program ini diarahkan untuk membantu guru dalam meniai kemampuan membaca siswa serta merancang materi pembelajaran berbasis bahasa ibu. Keberhasilan program transisi bahasa ibu ini terbukti dari peningkatan kemampuan membaca di tingkat PAUD dan awal SD secara signifikan. Sebanyak 251 siswa PAUD dan 10 sekolah di Kabupaten Nagekeko menjadi lebih siap untuk naik ke jenjang SD. Sementara kemampuan membaca dari sekitar 768 siswa kelas awal dan 10 SD meningkat di setiap kategori (mengenal hunuf, membaca lancar, membaca pemahaman) hingga hampir 100%, Penggunaan pendekatan ini juga berhasil membawa hampir 70% siswa mampu menulis

 

 

 

 

 

(***)