Press Conference: 1 Abad Por Maesa untuk Opening Maesa Run 2024

 

 

Indonesiannews.co / Jakarta,  2 Februari 2024.     –     Press Conference: 1 Abad Por Maesa untuk Opening Maesa Run 2024.   Dilaksanakan di Jakarta Golf Club, Jl. Rawamangun Muka Raya No.1. Jakarta Timur oleh Letjen (Purn.) Johny J. Lumintang sebagai Ketua Umum PB Por Maesa, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Carlo Brix Tewu sebagai Ketua Panitia Pelaksana dan Ketua Harian PB Por Maesa, dan Drs. Mustara, M.Pd. sebagai Ketua Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DKI Jakarta. (2/2/2024).

Maesa Run 2024 akan digelar pada bulan April 2024, sebagai bukti 1 Abad Por Maesa berlagak di dunia Olahraga yang telah menciptakan atlet-arlet juara dunia untuk Indonesia dari daerah Sulawesi Utara khusus nya warga Kawanua. Adapun cabor yang akan di pertandingan antara lain,  adalah:

  1. Golf pada tgl.25 April,
  2. Bilyar tgl.17 Februari,
  3. Catur tgl.6 April,
  4. Oiko Lion Dance tgl.20 April,
  5. Sepakbola tgl.24 April
  6. Maesa Run tgl.21 April di Pulomas dengan 3 kategori Run, yaitu; 10 K, 5 Km Family Run 2,5 Km.
 

Maesa adalah perkumpulan olahraga Masyarakat Kawanua yang berdiri sejak tahun 1924, dan merupakan wujud dari semangat kekeluargaan dan semangat berkompetisi dalam menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas.

Pada tanggal 15 Januari 2001, POR Maesa menerima penghargaan Eka Prakarsa Bhakti Olahraga dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai organisasi olahraga yang berdiri sejak tahun 1924, atas peran sertanya di bidang olahraga yang telah menunjukkan prestasi sehingga dapat memberikan kebanggan serta mewujudkan kehormatan olahraga nasional Indonesia.

 

VISI DAN MISI MAESA

  1. VISI: Gerakan Olahraga Maesa dengan inti semangat Kekeluargaan Mapalus membentuk Sumber Daya Manusia Indonesia seutuhnya dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia dalam persatuan nasional.
  2. MISI:
    1. Membantu memajukan olahraga di Indonesia dengan semangat Kekeluargaan Mapalus yang berintikan semangat Maesa-esaan (Persatuan), Maile-ilekan (Saling Menjagaj, Maleo-leosan (Kerukunan), Masawa-sawangan (Saling Membantu), Matombo-tombolan (Saling Menunjang), dengan sasaran akhir peningkatan dan pemantapan prestasi olahraga nasional.
    2. Melalui olahraga membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sehat jasmani maupun rohani, hingga mampu berpartisipasi dan berkarya di dalam pembangunan Bangsa dan Negara.
    3. Mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia khususnya cita-cita gerakan olahraga serta kesejahteraan umum di Indonesia.
    4. Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
    5. Menjunjung tinggi panji-panji “Ora et Labora”.
 

 

TANGGAL KELAHIRAN MAESA:

Tentang tanggal kelahiran POR Maesa, Musyawarah Keluarga Besar (MKB) POR Maesa pada tanggal 76 Agustus 2022 menerbitkan SK Nomor: 04/MKB-POR MAESA/VIII/2022, yang menyatakan tahhwa tanggal 20 April Tahun 1924 sebagai tanggal kelahiran atau terbentuknya Gerakan Olahraga M LESA, yang selanjutnya menjadi Persatuan Olahraga (POR) Maesa.

Istilah Maesa pertama kali digunakan ketika dibentuk Jongeren Vereniging Maesa (JV Maesa). Pada tanggal 9 September 1934 di Batavia, sepuluh tahun sesudah munculnya Menadonese Interstec elijke Tennis Organisatie (MITO) di Bandung, pemuda-pemuda Minahasa yang tergabung dalam Pers ituan Bridge Minahasa, berinisiatif mendirikan organisasi Jongeren Vereniging Maesa (IV Maesa), Organisasi inilah yang pertama kali menggunakan “Maesa” untuk suatu nama organisasi Walaupun tidak mengkhususkan diri dalam bidang olahraga, namun dalam ranah sosial-budaya. JVM kemudian berubah menjadi KRIS-Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi.

Pembentukan JV Maesa ini tidak dapat terlepas dari pergerakan pemuda Indonesia, termasuk khususnya pemuda Kawanua sejak tahun 1918, tahun mana telah terbentuk “Persatuan Pelajar Minahasa.”

Setelah itu, Maesa terus berkembang, antara lain pada tahun 1948 dibentuk Tim Sepakbola yang mewakili DKI Jakarta dalam PON-I tahun 1948 di Solo, menggunakan nama Tim (Kesebelasan) Maesa Dan pada tahun 1964, sebagai peringatan HUT POR Maesa ke 40 diadakan “Pertemuan Olah Raga Maesa Antar Kota” (PORMA). Turnamen POR Maesa kali ini perlu dicatat dengan tinta emas dalam sejarah Maesa Paskah karena merupakan turnamen terbesar sepanjang masa berdirinya POR Maesa, juga disebut “PON Mini” yang diikuti oleh kota-kota: Medan, Palembang, Bogor, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Ampenan, Makassar, Manado dan Tondano, dengan masa peserta sebanyak kurang lebih 2000 orang. Cabor yang dipertandingkan antara lain tenis, catur, bulutangkis, bridge dan sepakbola.

 

BEBERAPA ATLET NASIONAL YANG LAHIR DARI MAESA;

  1. Anggar: E.A.A. Poerawinata alias Zus Undap Zus Undap; Atletik: Jootje Gosal, Jootje Oroh, Christine Taroreh, Guus Tirayoh; Bridge: Hengky Lasut, Eddy Manoppo, Denny Sakul, Franky Karwur (Mereka adalah World Life Master), WD Karamoy, Frans Wenas;
  2. Bulutangkis: Lius Pongoh, Poppy Tumengkol, Rosiana Tendean, Liliana Natsir, Greysia Polic;
  3. Catur: Max Arie Wotulo, Yacobus Sampow, Roy Waworuntu, Frans Turalankew;
  4. Golf: Patricia Sinolungan, Lydia Sitorus;
  5. Karate: Harmen Tompodung, Nico Lumenta, Christine Taroreh, Omita Ompi;
  6. Sepakbola: Ronny Pasta Guus Walangitang, Frits Parengkuan, Baco Sanger, Pes Wuwungan, Ventje Dotulong:
  7. Tenis: Lany Lumanauw Kaligis, Lita Sugiarto, Yolanda Soemarno, Waitan Walalangie, Andrian Raturandang, Christofer Rungkat, Jessy Rompis;
  8. Tinju: Ferry Moniaga, Jootje Waney.
 

Orang Kawanua dikenal rajin berolahraga membentuk organisasi yang bertumbuh besar, dikenal seantero nusantara sebagai POR Maesa Kenapa bisa demikian, komunitas Maesa memang gemar berolahraga karena memiliki dua pilar budaya yang cukup kental. Pertama dalam darah Kawanua beredar keinginan “competetiveness”, gairah berkompetisi atau bersaing siapa yang lebih baik. Kedua budaya bakudapa, berkumpul dalam suasana kekeluargaan (“Kita samua basudara”), keinginan bertemu, dan hal ini terwujud ketika diadakan pertandingan yang awalnya bermula dan “Paastournool”.

Dengan budaya olahraga tersebut maka gerakan olahraga komunitas Maesa, yang terstruktur dalam organisasi POR Maesa, yang lahir pada Hari Raya Paskah tanggal 20 April 1924, memang terbukti bertumbuh dan tampak cukup konsisten sehingga mencapai usia satu abad pada tahun 2024.

 

 

 

 

(***)

 

Tinggalkan Balasan