Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT central Omega Resources TBK
Indonesiannews.co / Jakarta, 23 April 2026. — PT Central Omega Resources Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini. Public ekspose ini merupakan kesempatan bagi pemegang saham untuk membahas kinerja perusahaan dan rencana strategis ke depan. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,5% YoY menjadi Rp628,9 miliar pada tahun 2026, didorong oleh efisiensi operasional dan optimalisasi harga nikel. Pada tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan Rp1,57 triliun (naik 7,87% YoY) dan laba bersih Rp574,39 miliar (naik 38,44% YoY). Kinerja Keuangan DKFT: – Pendapatan 2025: Rp1,57 triliun (naik 7,87% YoY) – Laba Bersih 2025: Rp574,39 miliar (naik 38,44% YoY) – Target Laba Bersih 2026: Rp628,9 miliar DKFT fokus pada efisiensi smelter dan margin tambang di Sulawesi, dengan operasional pertambangan bijih nikel dan smelter di Kabupaten Morowali Utara dan Konawe Utara. Perusahaan juga menekankan pada efisiensi margin dan peningkatan kapasitas produksi . Dalam RUPST ini, diharapkan akan dibahas beberapa agenda penting, seperti laporan keuangan tahunan, pemilihan anggota dewan komisaris, dan rencana dividen. Informasi lebih lanjut tentang agenda dan hasil RUPST akan diumumkan setelah acara selesai. Laporan keuangan untuk tahun 2024, dengan pendapatan sebesar Rp 1.461.186.279.000 dan laba bersih sebesar Rp 366.166.674.000. Harga nikel saat ini berada di kisaran Rp 215.000 – Rp 230.000 per kilogram, tergantung pada kualitas dan jenis nikel yang diperdagangkan. Harga ini menunjukkan kenaikan sekitar 1,90% dari hari sebelumnya dan relatif stabil dengan tren naik tipis dalam sebulan terakhir. Harga nikel dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:– *Permintaan kendaraan listrik*: Nikel merupakan bahan utama dalam baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan listrik. – Kebijakan pemerintah: Peraturan ekspor dan produksi nikel di negara-negara produsen utama seperti Indonesia dapat mempengaruhi harga. – Kondisi ekonomi makro global Resesi atau pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi permintaan logam industri. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) memiliki prospek yang cerah di industri pertambangan nikel, didukung oleh permintaan global yang meningkat untuk nikel, terutama dalam produksi baterai kendaraan listrik. Perusahaan ini telah menunjukkan kinerja keuangan yang solid, dengan penjualan tahun 2024 mencapai Rp1,46 triliun dan laba bersih Rp414 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja Keuangan: – _Penjualan:_ Rp1,46 triliun (2024)
– _Laba Bersih:_ Rp414 miliar (2024)
– _EBITDA:_ Rp214,11 miliar (2024) Strategi dan Target: – Meningkatkan produksi bijih nikel menjadi 2,95 juta ton pada 2025
– Ekspansi melalui akuisisi IUP baru
– Pengembangan kawasan industri berbasis tambang Risiko yang Perlu Diperhatikan: – Fluktuasi harga nikel global
– Regulasi dan kebijakan pemerintah
– Keterbatasan cadangan nikel Dengan fundamental yang kuat dan prospek industri yang positif, DKFT menjadi pilihan investasi yang menarik. Namun, perlu mempertimbangkan risiko yang terkait. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) memiliki proyeksi yang cerah di industri pertambangan nikel, didukung oleh peningkatan permintaan global untuk nikel, terutama dalam produksi baterai kendaraan listrik. Pada tahun 2024, perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan signifikan, dengan pendapatan mencapai Rp1,4 triliun dan laba bersih Rp414 miliar. Volume Produksi: – Produksi bijih nikel pada semester pertama 2025 mencapai 1,7 juta metrik ton, meningkat 140,3% year-on-year (yoy)
– Penjualan bijih nikel pada semester pertama 2025 mencapai 1,8 juta metrik ton, meningkat 158,9% yoy Proyeksi: – Perusahaan berencana meningkatkan produksi bijih nikel menjadi 2,95 juta ton pada 2025
– Fokus pada efisiensi operasional, eksplorasi cadangan baru, dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam. (***)
