Perang Ukraina dan Timur Tengah menjadi Tantangan Usaha PT Lion Metal Works Tbk
Indonesiannews.co / Jakarta, 25 Juni 2025. – RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN (2025); Perang Ukraina dan Timur Tengah menjadi Tantangan Usaha PT Lion Metal Works Tbk ungkap jajaran direksi saat Publik Ekspos di Hotel Doubel tree by Hilton Jakarta.
PT Lion Metal Works Tbk, bergerak dalam bidang industri peralatan perkantoran dan pabrikasi lainnya dari logam. Hasil produksi Perseroan dibagi menjadi 2 kelompok produk yaitu
Peralatan Kantor:
Peralatan kantor dan sistem penyimpanan arsip seperti meja, lemari, filling kabinet, locker.
Peralatan pengamanan seperti brankas.
Alat-alat pergudangan seperti racking.
Bahan Bangunan:
Sistem penyangga kabel (cable ladder).
Pintu besi, pintu besi tahan api (fire door).
C Chanel
“Berdasarkan Tinjauan Ekonomi, Ketegangan geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan perang Timur Tengah berlanjut pada tahun 2024, mempengaruhi sentimen investor dan rantai pasokan. Inflasi global menurun, tetapi tetap lebih tinggi dari sebelum pandemi. Banyak bank sentral menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan. Meskipun banyak pemilihan umum di berbagai negara berlangsung, ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,2% pada tahun 2024,” jelas Dirut PT Lion Metal Works Tbk.
“Indonesia mengadakan pemilu nasional pada Februari 2024 dan mengangkat Prabowo Subianto sebagai Presiden baru pada Oktober 2024. PDB Indonesia tumbuh 5,03% pada 2024, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor komoditas. Inflasi menurun dari 2,61% menjadi 1,57% karena stabilitas harga pangan dan pengelolaan aktif Bank Indonesia,” lanjut Dirut
“Dari Kinerja Keuangan, Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp425,42 miliar pada tahun 2024, menurun 5,91% dibandingkan tahun 2023,” ungkap Direktur Keuangan
“Laba kotor yang terkoreksi 12,11% menjadi Rp123,77 miliar, disebabkan oleh penjualan yang lebih rendah dan proporsi proyek dengan margin rendah yang lebih tinggi. Namun demikian, Perseroan berhasil meningkatkan laba bersih secara signifikan menjadi Rp10,57 miliar pada tahun 2024, tumbuh dari Rp6,63 miliar pada tahun 2023,” lanjut nya.
“Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp 714,17 miliar menurun 3,87% dari Rp742,89 miliar pada tahun 2023, dan total liabilitas turun sebesar 15,26% menjadi Rp213,12 miliar pada tahun 2024 dari Rp251,50 miliar pada tahun 2023,” jelas Direktur Keuangan.
“Hingga saat ini Saham Lion, Sepanjang tahun 2024 harga saham LION tertinggi Rp610,-terendah Rp252,- dan harga penutupan Rp400,-. dengan nilai Kapitalisasi saham Rp208 miliar”,
“Perseroan telah memenuhi free float, Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham tanggal 9 Desember 2024, dengan demikian BEI mengeluarkan pengumuman pencabutan Efek Bersifat Ekuitas dari Pemantauan Khusus tanggal 16 Desember 2024,” lanjut Dirut PT Lion Metal Works Tbk
“Harga saham LION dari Januari 2025 sd 28 Mei 2025 tertinggi sebesar Rp1.015, terendah Rp312,- dan harga penutupan Rp396,-.,” ujar nya.
“Pembagian deviden Pada tahun 2024 Perseroan membagikan dividen tunai untuk Tahun Buku 2023 sebesar Rp2.600.800.000,- atau Rp5,- per saham.”
“Hingga saat ini pemegang saham utama belum memiliki rencana aksi korporasi terkait kepemilikan sahamnya pada Perseroan,” lanjut Dirut.
Kendala dan Tantangan Usaha Perseroan
Perang di Ukraina dan Timur Tengah masih berlanjut. Perang dagang yang berlangsung sejak 2018 antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang berkelanjutan dan ditambah dengan penerapan tarif bea masuk yang tinggi oleh Presiden Amerika Serikat.
Perdagangan dan investasi global melemah sehingga pertumbuhan ekonomi global melambat.
Pasar keuangan ketidakpastian. global penuh risiko
Over supply global menjadi ancaman terhadap daya saing industri dalam negeri.
Prospek dan Target Usaha PT Lion Metal Works Tbk
Prospek Usaha
Pertumbuhan sektor logistik dan pergudangan akan mendorong permintaan terhadap produk Perseroan.
Berkolaborasi Perusahaan untuk dengan negara lain memberikan solusi produk yang komprehensif kepada pelanggan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sebesar 4,7-5,5% memberikan harapan yang didukung oleh konsumsi domestik, ekspor komoditas dan investasi asing.