Bincang Budaya by NEGERI REMPAH; Sharing Ideas, Knowledge, and Learning at Hotel Borobudur, Jakarta
Indonesianews.co / Jakarta, 12 Juli 2025. Bincang Budaya by NEGERI REMPAH; Sharing Ideas, Knowledge, and Learning di Hotel Borobudur, Jakarta, dengan tema : “Discover Betawi Art & Culture (Seni Orang Betawi), 12 Juli 2025, Pukul 14.30 wib s/d 16.39 wib. di Hotel Borobudur Jakarta. Negeri Rempah menampilkan 2 sesi Bincang Budaya dengan para narasumber, antara lain: Prof. Dr. Mita Purbasari Wahidiyat dan Dr. Adhalina Maria dan sebagai ketuanya Dewi Kumoratih serta Dr. Wanny Raharjo dan sebaga ketua Dr. Aryandini Novita. Dewi Kumoratih, S.Sn, M.Si, sebagai pelaksana dari Bincang Budaya Negeri Rempah, mengatakan; “Visi kami sebagai lembaga untuk pembelajaran publik tentang kebhinekaan Indonesia, dari jalur rempah itu sebenarnya narasi besar yang menarik jika kita mau tahu gimana kita masyarakat Indonesia bisa beragam seperti ini,” ujar Dewi. “Negeri Rempah terbentuk sejak tahun 2014 awalnya mulai pembentukan sampai 2018 itu akhirnya menjadi Yayasan, sebagai Yayasan nirlaba dengan basis komunitas yang organik dan dari berbagai daerah di Indonesia yang semuanya melihat kalau jalur rempah bisa dimaknai masing-masing,” jelas Dewi. “Misalnya kayak sekarang kita bicara soal Jakarta gitu ya Jakarta tuh jalur rempah gitu ya karena perlintasan perdagangan rempah tapi juga perlintasan antar budaya yang masuk ke situ kan juga luar biasa sementara teman-teman yang barangkali di Muaro Jambi atau barang kalian di Aceh barangkali yang di Maluku mereka juga bisa memaknai jalur apa itu dengan konteksnya masing-masing nah itu akhirnya buat kita penting nih kayak gini nih ngumpul bareng ngobrol supaya kita saling mengenal gimana sih kok kita jadi bisa aku jadi beragam jadi sebetulnya itu tuh yang menjadi poin inti sehingga kebetulan Pemerintah tahun 2017 itu punya ide untuk mencatatkan ke jenis plus baju warisan dunia nah karena komunitas udah bergerak gitu ya dan komunitas itu geraknya gini bantingan lah apa pokoknya benar-benar kita enggak mikirin ini bukan event ya tapi ini gerakan untuk kita belajar tentang kita gitu nah akhirnya kolaborasi lah sama pemerintah juga punya program sementara kalau kita bergerak dari bawah lah gitu ya gotong royong nah itu yang membuat akhirnya meskipun sekarang ini apa jalur rempah itu mulai dikenal tapi eee kalau proses pencatatan porsenin itu kan panjang ya buat kita ada UNESCO hari ini tuh ada komponen-komentar kalau kita mau belajar tentang Indonesia ya kita jalan aja nah itu sebetulnya motivasinya dan dalam rangka ulang tahun Jakarta ini eee karena kita banyak kolaborasi dengan banyak orang ya kita dapat fasilitas dari Borobudur ya ayo kita isi dengan sharing-sharing yang kayak gini gitu sih simpel saja untuk pemerintah ini maksudnya Kementerian atau langsung ke RI 1 jadi kita ini aduh siapa sih Cinta sebelum bukan penelitian sih sebetulnya tapi apa namanya ya eee ini apa namanya karena kita gerakannya masyarakat gitu ya Dan salah satu strategi waktu itu ya kalau pemerintah yang sekarang barangkali strateginya beda pemerintah yang dibutuhkan waktu itu strateginya adalah mencatatkan jalur rupa ini sebagai jual innovation sehingga kita perlu melakukan upaya diplomasi budaya supaya negara-negara yang berada di perlintasan jalur rumah itu juga sama-sama mendukung upaya ini jadi ini bukan milik Indonesia tapi milik bersama karena dia menjadi satu tonggak peradaban dunia gitu ya jadi kalau kita bicara jalur pasti itu sebetulnya salah kalau kita hanya bicara kolonialisme kita dijajah Eropa itu cuman 10 menit tapi kita bisa bicara tentang Sriwijaya Majapahit kita sudah berdagang dengan Tiongkok apa India Arab dan itu yang memperkaya peradaban kita jadi kita tuh penting nah kalau itu kita mau catatkan sebagai warisan dunia negara-negara yang misalnya Cina atau India gitu ya jadi juga kita bersama jadi kita melihatnya ini sebagai jalur rempah itu satu metafora yang bisa memberikan gambaran Indonesia tuh perdamaian dunia jadi teman-teman pasti udah dengar ya dengan belt inisiatif yang diplomasinya lebih banyak tekanannya kayak ekonomi kalau jalur rempah juga masih budaya yang kita nggak kita nggak punya. “Harapan Negeri Rempah agar kita punya tradisi dialog, punya tradisi belajar, sederhana nya; kita ngobrol kayak gini, kita ngumpul kayak gini, tapi pada akhirnya kita jadi saling saling mengenal dan itu yang membuat kita tidak pecah karena kalau dipikir-pikir, Indonesia itu sangat beragam dan paling beragam sedunia, suku kita sudah ada ratusan dan rawan konflik sebenarnya, tapi kenyataannya tidak, Negeri Rempah bisa memberikan ruang bagi siapapun yang memang mau mengenal Indonesia, mengenal diri kita, jadi kita yang di sini bukan berarti kita lebih tahu, justru kita sama-sama belajar, membuka ruang untuk kita saling mengenal, sesimpel itu,” tutup Dewi Kumoratih, S.Sn, M.Si, kepada awak media di Hotel Borobudur Jakarta.Joglo Rempoa Art House: Jl. Garuda III / D9, Rempoa Ciputat 15412-INDONESIA. +62 818 720830 [direct]. kumoratih.kushardjanto@gmail.com Our foundation is driven by the enthusiasm and commitment of volunteers and part-time team members from various walks of life. Join us in making a difference and become part of our mission!
- Founders/Board of Patrons:
- Dr. Hassan Wirajuda, chair
- Dr. Junus Satrio Atmodjo
- Bram Kushardjanto
- Board of Experts/Advisors:
- Dr. Junus Satrio Atmodjo, chair
- Prof. Dr. Susanto Zuhdi
- Prof. Dr. Rusmin Tumanggor
- Prof. Dr. Eko Baroto Waluyo
- Prof. Dr. Wawan Sujarwo
- Prof. Dr. Sangkot Marzuki
- Prof. Dr. Daniel Rosyid
- Prof. (emeritus) Imam Buchori Zainuddin
- Sonny Wibisono, DEA
- Dr. Ninie Susanti
- Dr. Amanda Katili Niode
- Dr. Dave LumentaDr. Pribadi SutionoDr. Tukul Rameyo Adi
- Dr. Daud Aris Tanudirjo
- Honorary Board:
- Dino R. Kusnadi
- Gusman Yahya
- Agus P. Saptono
- Kocu Andre Hutagalung
- Artanto S. Wargadinata
- Board of Supervisors:
- Kikie Rizky, SE.Ak, MM, chair
- Dr. Lilis Mulyani
- Board of Executives:
- Dewi Kumoratih, S.Sn, M.Si, chair
- Dr. Sari Wulandari, secretary
- Alit Mahesa Dewantara, SE.Ak, CPC, treasurer
- Irma Zahrotunnisa Wijaya, general affairs
- Department of Research and Literacy:
- Dr. Maulana Ibrahim
- Yanuardi Syukur, S.Sos. M.Si.
- Irfan Nugraha, S.Sos, M.Han
- Raymizard Alifian
- Gemala Putri
- Department of Program Activation & Communication:
- Nouvna Nore Susimah
- Josh Catti Rahadi
- Yong Kushandiono
- Cahyadi Putra
- Dian Parmantia Wibawa
- Gisela Anindita, S.Ds, M.Sn.
- Jeane P. Pombaela
- Pasar Rempah:
- Chaedar Saleh
- Sylvia Fulan Tania
- Negeri Rempah Community Network:
- Robby Sunata
- Fithrorozi
- Muhammad Iqbal
Sharing Ideas, Knowledge, and Learning Tangerang Selatan 15412, Banten INDONESIA
IG: @negerirempah
Tweeter: @negeri rempah
Website: www.negerirempah.org
Email: yayasannegerirempah@gmail.com
info@negerirempah.org
