Preases Pdt Sumihar br.Sinaga hadir berikan pelayanan Firman Tuhan saat Long March dan DOA BERSAMA Merawat Bumi dan Lingkungan Hidup

 

 

Indonesiannews.co  / Jakarta, 18 Agustus 2025.    — Long March dan DOA BERSAMA Merawat Bumi dan Lingkungan Hidup oleh HKBP, yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan tema: “Selamatkan Danau Toba dan Tano Batak” orasi dilakukan sejak pukul 06.00 wib, yang di mulai dari depan Kantor PGI, menuju Tugu Proklamasi, yang di hadiri oleh sekitar 2.500 – 3.000 massa (warga jemaat, masyarakat sipil, mahasiswa, serta perwakilan kelompok tani dari sukabumi yang turut memeriahkan sebagai bentuk solidaritas terhadap dampak lingkungan, di area Tugu Proklamasi, Jakarta (18/8/25).

Orasi dan Long March di hadiri oleh Ephorus HKBP; Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, yang terpilih pada Sinode Godang ke-67 dan dilantik pada 8 Desember 2024 untuk periode 2024-2028, dan Pelantikan dilakukan oleh Pendeta Senior HKBP, Pdt. Daminna Lumbansiantar, STh.

Dalam wawancaranya Pdt. Dr. Viktor Tinambunan, Mst. Sebagai Ephorus HKBP, mengatakan; “Banyaknya korban yang terdampak dari bencana alam tanah longsor, bagaimana Kepedulian terhadap masyarakat Tapanuli Raya, untuk dapat mempertahankan dan mengelola wilayah adatnya, penggundulan hutan dampak kerusakan lingkungan, bencana ekologis serta pencemaran Danau Toba menjadi tolak ukur untuk lakukan penolakan terhadap PT.TPL.” ujar Ephorus.

Preases Pdt Sumihar br.Sinaga, mengatakan; “Pemerintah segera melihat dan menindak lanjuti apa yang terjadi pada saat ini, bahwa jemaat HKBP tidak ingin merusak negeri ini, justru ingin memulihkan lingkungan ini agar kira nya pemerintah juga bisa memberikan jabatannya kuasanya untuk bisa berkontribusi membersihkan atau memulihkan lingkungan sekitar tanah Toba,” ujar nya kepada awak media usai long march.

“Sesuai dengan Firman yang di sampaikan dari kejadian pasal 2. Kita berharap agar semua nya yang di ciptakan oleh Tuhan, kira nya kita semua bisa mengetahui tugas dan panggilan kita, adalah untuk merawat bumi, itulah tugas yang Tuhan berikan selaku mahluk ciptaan Tuhan,” ujar Preases Pdt Sumihar Sinaga / Gultom.

Pdt. Dr  Adven Leonard Nababan, D.Min, sebagai ketua Panitia Ibadah/Doa Bersama Merawat Lingkungan Hidup, mengatakan; “Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam menjaga kelestarian ciptaan Tuhan, dan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama ciptaan Tuhan, serta krisis lingkungan hidup yang terjadi di kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya, serta kehadiran PT. TPL menciptakan multi dimensi krisis di Tano Batak, mulai dari perampasan tanah dan sumber penghidupan masyarakat adat batak, kekerasan dan kriminalisasi kepada masyarakat mempertahankan dan mengelola wilayah adatnya, penggundulan hutan, kerusakan lingkungan, bencana ekologis, pencemaran danau toba,” Pdt. Dr  Adven Leonard Nababan.

Pdt. Dr  Adven Leonard Nababan, berharap; “Sebagai Panitia Doa Bersama Merawat Lingkungan Hidup yang akan diselenggarakan di Jakarta, dengan tema; “Doa Bersama Merawat Lingkungan Hidup” yang dipimpin oleh Pimpinan HKBP, Ephorus diawali dengan Long March sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup khususnya di Tapanuli Raya,” tutup Pdt. Dr. Adven Leonard Nababan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(***)